Light of Isa Logo
Terang Yesus
Divine Encounter with Jesus
Jalan, Kebenaran, Kehidupan

Terang Yesus

Temukan jalan terang dan kebenaran.

Sebuah Jalan Cahaya

Anda tidak harus menempuh jalan ini sendirian. Di sini Anda akan menemukan pelabuhan yang aman untuk menjelajahi kebenaran tentang Isa sesuai keinginan Anda.

Membaca

Rasakan langsung kuasa Firman Tuhan. Injil dan Para Nabi tersedia untuk Anda baca secara pribadi.

Perjalanan

Jalan yang terlindungi dan terbimbing untuk menemukan siapa Isa sebenarnya. 40 hari wahyu yang tenang, sepenuhnya sesuai keinginan Anda.

Doa

Rahasiamu aman di sini. Bagikan beban berat Anda secara anonim dan biarkan kami berdoa untuk Anda. Tuhan mendengar bisikan hatimu.

Menghubungkan

Pertanyaan? Keraguan? Kami di sini untuk mendengarkan, bukan untuk menghakimi. Terhubung dengan mentor kapan pun Anda merasa siap—tanpa tekanan.

Pertanyaan Anda

Memiliki pertanyaan dan keraguan adalah hal yang wajar. Tuhan tidak takut dengan pencarian jujur ​​Anda—bahkan, Dia menyambutnya. Seringkali, pertanyaan terdalam kita merupakan langkah pertama dalam perjalanan menemukan Dia.

Mengapa saya melihat Isa dalam mimpi?

Melihat Isa (Yesus) dalam mimpi adalah pengalaman mendalam dan sakral yang dialami ribuan orang di Timur Tengah dan dunia saat ini. Jarang terjadi suatu kebetulan atau ciptaan pikiran yang acak. Sepanjang sejarah, Tuhan sering menggunakan mimpi untuk mengabaikan kecerdasan kita dan berbicara langsung kepada roh kita, terutama ketika kita dengan tulus mencari kebenaran tetapi tidak tahu ke mana mencarinya. Dalam Kitab Suci, Tuhan berkata, "Pada akhir zaman, Aku akan mencurahkan Roh-Ku kepada semua orang... orang-orang mudamu akan mendapat penglihatan, orang-orang tuamu akan mendapat mimpi" (Kisah Para Rasul 2:17). Ketika Isa muncul, seringkali Dia datang dengan membawa rasa kedamaian, cahaya, dan kasih sayang yang luar biasa yang rasanya tiada duanya di dunia ini. Dia mungkin mengenakan pakaian putih, memancarkan cahaya, atau sekadar menawarkan bantuan. Ini adalah cara pribadi-Nya untuk mengetuk pintu hati Anda. Dia mengetahui nama Anda, pergumulan Anda, dan pertanyaan Anda. Dia datang bukan untuk mengutuk Anda, tetapi untuk mengundang Anda menjalin hubungan. Apa yang harus Anda lakukan? Jangan takut. Jika ini benar-benar dari Tuhan, itu akan membawa Anda kepada kedamaian dan kebenaran. Tanyakan kepada-Nya: "Isa, jika kamu memang seperti yang kamu katakan, tunjukkan padaku jalannya." Baca Injil (Injil) untuk membandingkan mimpi Anda dengan karakter-Nya yang diketahui. Anda telah diberi hadiah yang berharga—undangan dari Yang Hidup.

Apakah Tuhan melihat penderitaanku?

Seringkali rasa sakit kita terasa seolah-olah tidak terlihat oleh langit, namun Tuhan yang diwahyukan melalui Isa bukanlah seorang pengamat yang jauh. Dia bernama *El Roi*—"Dewa yang Melihat Aku." Dia melihat setiap air mata yang kamu tangis secara sembunyi-sembunyi, setiap ketidakadilan yang kamu alami, dan setiap momen kesepian. Namun Dia melakukan lebih dari sekedar melihat. Dalam diri Isa, Tuhan melakukan hal yang tidak terpikirkan: Dia masuk ke dalam penderitaan manusia. Dia tidak kebal terhadap rasa sakit; Dia adalah “manusia yang penuh kesengsaraan, yang biasa menderita dukacita” (Yesaya 53:3). Dia menangis di makam temannya. Dia merasakan pengkhianatan orang-orang yang dekat dengan-Nya. Dia menanggung siksaan dan penderitaan di kayu salib. Dia memahami rasa sakitmu bukan hanya karena Dia maha tahu, tapi karena Dia telah merasakannya di dalam tubuh-Nya sendiri. Penderitaan Anda berarti bagi-Nya. Dia berjanji bahwa Dia “dekat dengan orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan mereka yang patah semangat” (Mazmur 34:18). Dia mungkin tidak selalu segera melenyapkan badai, tapi Dia berjanji akan berada di perahu bersamamu, menahanmu hingga ombak tenang. Anda tidak pernah sendirian dalam kesakitan Anda.

Mengapa saya merasakan kedamaian ketika saya berdoa?

Kedamaian yang mendalam dan tidak dapat dijelaskan yang Anda rasakan bukan sekadar emosi kosong atau kelegaan psikologis; itu adalah *Kehadiran* Tuhan yang mendekat kepada Anda. Dunia menawarkan gangguan atau ketenangan sementara, namun Isa menawarkan sesuatu yang berbeda: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu; damai sejahtera Kuberikan kepadamu. Aku tidak memberikan kepadamu seperti yang diberikan dunia" (Yohanes 14:27). Kedamaian ini—sering disebut *Shalom*—adalah keadaan utuh dan dipulihkan. Ketika Anda berdoa dalam nama Isa, Anda terhubung dengan Pangeran Damai. Penghalang ketakutan dan rasa bersalah telah dihilangkan, dan jiwa Anda mengenali Penciptanya. Ibarat seorang anak yang tiba-tiba merasa aman dalam pelukan ayahnya setelah tersesat di tengah keramaian. Kedamaian ini adalah sebuah rambu. Roh Tuhanlah yang menegaskan bahwa Anda berada di jalan yang benar. Ini adalah cara-Nya untuk berbisik, "Aku di sini. Kamu dikasihi. Kamu aman." Jangan abaikan perasaan ini; ikuti itu. Ini membawamu pulang.

Apakah Tuhan telah berpaling dariku?

Musuh jiwa Anda ingin Anda percaya bahwa Anda telah bertindak terlalu jauh, terlalu banyak berbuat dosa, atau terlalu tidak setia sehingga Tuhan tidak dapat mengasihi Anda. Tapi ini bohong. Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan Anda. Sekalipun kita tidak beriman, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Isa bercerita tentang seorang anak laki-laki yang mengambil warisannya, meninggalkan ayahnya, dan menyia-nyiakan segalanya untuk hidup liar. Karena patah hati dan malu, anak laki-laki itu berpikir, “Saya tidak layak lagi disebut anak laki-laki.” Namun ketika dia masih jauh, ayahnya melihatnya dan *berlari* ke arahnya. Dia tidak memarahinya; dia memeluknya dan mengadakan pesta. Ayah itu adalah Tuhan. Dia mengamati cakrawala, menunggumu. Dia tidak berpaling dari-Nya; Wajahnya menghadap Anda, penuh kasih sayang. Keheningan yang Anda rasakan bukanlah penolakan—seringkali ini merupakan penantian-Nya. Ambil satu langkah ke arah-Nya, dan Anda akan menemukan Dia berlari ke arah Anda.

Mengapa Tuhan mengizinkan ketidakadilan dan kekerasan?

Ini adalah salah satu pertanyaan tersulit. Kita melihat dunia—perang, korupsi, penindasan terhadap orang yang tidak bersalah—dan kita berteriak, "Di manakah Tuhan?" Tuhan tidak acuh terhadap keadilan. Faktanya, Dia membenci kejahatan dengan nafsu yang sempurna dan membara. Dia telah menetapkan suatu hari ketika Dia akan menghakimi dunia dengan adil, dan setiap kesalahan yang tersembunyi akan terungkap. Jadi mengapa Dia menunggu? Kitab Suci memberitahu kita bahwa kesabaran-Nya sama dengan belas kasihan-Nya. “Tuhan tidak lamban dalam menepati janjinya... Sebaliknya Ia sabar terhadap kamu, tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya setiap orang bertobat” (2 Petrus 3:9). Jika Tuhan memberantas semua kejahatan sekarang juga, siapa di antara kita yang akan bertahan? Kita semua berkontribusi terhadap kehancuran dunia ini. Selanjutnya, Tuhan mengalahkan *kekuatan* kejahatan di kayu salib. Dia tidak menghentikan ketidakadilan atas eksekusi-Nya sendiri, namun menggunakannya untuk memutus siklus dosa dan kematian selamanya. Dia mengundang kita sekarang untuk menjadi bagian dari solusi-Nya—menjadi pembawa damai yang membawa terang-Nya ke dalam kegelapan, dengan mengetahui bahwa kemenangan akhir telah diraih.

Apakah kerinduanku akan kebenaran merupakan tanda dari Tuhan?

Ya. Perasaan gelisah itu, perasaan bahwa "pasti ada yang lebih dari ini", bukanlah suatu kebetulan. Itu adalah mercusuar ilahi yang ditempatkan di dalam diri Anda. Allah telah “meletakkan kekekalan dalam hati manusia” (Pengkhotbah 3:11). Kita diciptakan untuk Dia, dan bagaikan ikan yang keluar dari air dan mencari lautan, jiwa kita mencari kebenaran-Nya. Yesus berjanji: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Dia tidak bersembunyi dari para pencari yang tulus. Jika kamu menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, itu karena Roh Kudus sudah bekerja di dalam kamu, menarik kamu. Percayalah pada rasa lapar itu. Ini menuntun Anda kepada Roti Kehidupan.

Dapatkah saya mencari Tuhan tanpa rasa takut?

Banyak dari kita diajari untuk takut akan Tuhan sebagai hakim yang kejam yang menunggu untuk menghukum kesalahan kita. Namun Isa mengungkapkan Tuhan sebagai *Abba*—Bapa. "Tidak ada rasa takut dalam kasih. Tetapi kasih yang sempurna melenyapkan rasa takut, karena rasa takut ada hubungannya dengan hukuman" (1 Yohanes 4:18). Ketika Anda mendekati Tuhan melalui Isa, Anda sedang mendekati Tahta Kasih Karunia, bukan pengadilan penghakiman. Anda tidak perlu membersihkan diri terlebih dahulu. Anda tidak perlu menyembunyikan keraguan Anda. Anda bisa datang dengan segala kekacauan Anda, pertanyaan Anda, dan ketakutan Anda. Dia tidak marah padamu; Dia mencintaimu dengan cinta abadi. Anda aman bersama-Nya.

Kisah Cahaya

Kehidupan Berubah

"Saya dulu berpikir perdamaian adalah sesuatu yang harus saya peroleh melalui peraturan. Namun semakin aku mencoba, semakin aku merasa hampa. Lalu saya membaca tentang Isa, Pangeran Damai. Saya menyadari perdamaian bukanlah sebuah hadiah; itu adalah Pribadi yang menerima Anda apa adanya."

A
Amira
Kairo, Mesir

"Kasih Tuhan selalu tampak jauh, bergantung pada kinerja saya. Membaca Injil mengubah segalanya. Saya melihat Isa menyentuh penderita kusta dan makan bersama orang-orang berdosa. Untuk pertama kalinya, aku merasa Tuhan mampu menyayangiku, meski dengan kekuranganku."

F
Farid
Teheran, Iran

"Saya punya banyak pertanyaan dan ketakutan. Suatu malam, saya berbisik, 'Tuhan, jika Engkau nyata, tunjukkan kebenarannya.' Saya tidak melihat sebuah penglihatan, namun kepastian yang tenang memenuhi hati saya. Aku tahu aku tidak sendirian lagi. Isa menemuiku dalam keraguanku."

H
Hasan
Jakarta, Indonesia
Catatan: Untuk melindungi privasi komunitas kami, nama telah diubah dan cerita merupakan ringkasan dari pengalaman nyata.

Kisah Anda juga penting. Kapan pun Anda merasa siap, Dia mendengarkan.